TUGAS PENGANTAR APLIKASI KOMPUTER 1A M3

 

TUGAS

PENGANTAR APLIKASI KOMPUTER 1A

KURNIAWAN B.PRIANTO, S.KOM.SH.MM



DITULIS OLEH :

MUCHALAL RIZKY JUWANTO

10520624

1PA23

 

FAKULTAS PSIKOLOGI

JURUSAN PSIKOLOGI

UNIVERSITAS GUNADARMA

MINGGU 7

 

                               8. Komunikasi data dan Jaringan komputer

8.1. Elemen komunikasi data

Komunikasi data adalah hubungan atau interaksi (pengiriman dan peneriman) antar device yang terhubung dalam sebuah jaringan, baik yang dengan jangkauan sempit maupun dengan jangkauan yang lebih luas. Contohnya adalah pertukaran sinyal-sinyal suara antara dua telepon pada satu jaringan yang sama. Berikut ini elemen-elemen model komunikasi data :

1.     Source (Sumber) : penghasil data untuk ditransmisikan

2.     Transmitter (Pengirim) : Sebuah transmitter cukup memindah dan menandai informasi dengan cara yang sama

3.     Transission System (Sistem Transmisi) : merupakan jalur transmisi tunggal (single transmission line) atau atau jaringan kompleks (complex network) sebagai penguhubung  antara sumber dengan destination (tujuan).

4.     Receiver (Penerima) : sebagai penerima dari system transmisi dan menggabungkan ke dalam bentuk tertentu yang dapat ditangkap oleh tujuan. Sebagai contoh, sebuah modem akan menerima suatu sinyal analog yang datang dari jaringan atau jalur transmisi dan mengubahnya menjadi suatu digital bit stream.

5.     Destination (Tujuan) : menangkap data dari Receiver

 

8.2. Media transmisi data

Untuk mengirimkan data atau informasi dari satu tempat ke tempat lainnya, kita memperlukan suatu media atau jalur untuk membawanya hingga pada tujuan yang diinginkan. Media yang membawa data tersebut biasanya disebut dengan Media Transmisi atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Transmision Medium.        Jadi pada dasarnya, yang dimaksud dengan Media Transimisi adalah media atau jalur yang digunakan untuk membawa informasi dari pengirim (sender) ke penerima (receiver).

Setiap perangkat elektronik yang difungsikan sebagai alat komunikasi memiliki media transmisi yang berbeda-beda. Contohnya, Telepon Kabel menggunakan Kabel sebagai media transmisinya,

Telepon Selular (Ponsel), siaran televisi dan Radio FM menggunakan Frekuensi Radio sebagai media transmisinya, remote control televisi menggunakan infrared (infra merah) sebagai media transmisinya dan lain sebagainya.

8.3 Protokol jaringan

Protokol jaringan komputer adalah aturan yang ada dalam sebuah jaringan komputer yang harus ditaati oleh pihak pengirim dan penerima agar dapat saling berkomunikasi dan bertukar informasi meskipun memiliki sistem yang berbeda. Di awal kemunculannya pada awal tahun 1970-an, protokol hanya dipakai untuk menghubungkan beberapa node saja. Baru kemudian pada awal tahun 1990-an saat internet tumbuh dengan pesat di seluruh dunia, berbagai jenis protokol mulai bermunculan. Namun dengan banyaknya jenis protokol tersebut malah menimbulkan sebuah masalah, yaitu adanya ketidakcocokan dari jenis protokol buatan pabrik tertentu dengan jenis lainnya sehingga tidak bisa saling berkomunikasi.

Kemudian International Standard Organisation (ISO) pun membuat standarisasi protokol yang kini dikenal dengan nama Open System Interconnection (OSI). Namun karena model OSI adalah sebagai konsep dasar dan preferensi teori cara bekerja sebuah protokol, TCP/IP pun akhirnya dipakai sebagai standar yang diterima secara umum karena pemakaiannya yang semakin berkembang.

Fungsi Protokol :

Protokol memiliki banyak fungsi dalam jaringan komputer. Tidak semua protokol mempunyai fungsi yang sama. Beberapa diantaranya berfungsi sama meskipun ada di tingkatan yang berbeda. Sejumlah protokol harus bergabung dulu dengan protokol lainnya untuk membangun sistem komunikasi yang utuh.

Fungsi protokol jaringan komputer secara umum adalah untuk menghubungkan pengirim dan penerima dalam berkomunikasi dan bertukar informasi supaya dapat berjalan dengan akurat dan lancar. Fungsi lainnya dari protokol adalah sebagai berikut:

1.     Encapsulation: sebagai pelengkap informasi yang akan dikirimkan bersama dengan alamat, kode-kode koreksi, dan lainnya. Paket data ini dinamakan dengan Frame. Data kemudian dikirimkan dalam blok-blok dan dikendalikan oleh Protocol Data Unit (PDU) dimana masing-masing PDU berisi kontrol informasi dan data. Contoh protokol dengan fungsi encapsulation adalah HDLC, ATM, LLC, IEEE 802.11, IEEE 802.3, frame relay, TFTP, dan AAL5.

2.     Connection control: membangun hubungan komunikasi dari transmitter ke receiver untuk mengirim data dan mengakhiri hubungan.

3.     Flow control: mengatur perjalanan data dari transmitter ke receiver yang dilakukan dengan cara satu-persatu guna membatasi jumlah data yang dikirimkan. Pada fungsi ini harus terdapat fitur Stop-And-Wait yang artinya masing-masing PDU harus diakui sebelum proses pengiriman selanjutnya.

4.     Error control: mengawasi terjadinya kesalahan saat proses pengiriman data. Jika terdapat kesalahan, maka paket akan langsung dibuang.

5.     Fragmentasi: proses dimana pihak pengirim membagi informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data. Proses ini ditandai dengan urutan beberapa PDU dengan berbagai batasan ukuran.

6.     Reassembly: proses dimana pihak penerima mengembalikan kembali paket-paket data menjadi satu paket yang lengkap.

7.     Transmission service: memberi pelayanan komunikasi data seputar prioritas dan keamanan data. Contohnya saja prioritas paket, pengaturan batas koneksi, membatasi akses paket, mutu jaringan, dan lainnya.

 

 

Jenis-jenis Protokol :

Terdapat beberapa jenis protokol jaringan komputer yang bisa diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak, maupun kombinasi keduanya. Jenis-jenis tersebut adalah sebagai berikut:

 

Ethernet: jenis protokol yang menggunakan suatu metode akses berupa CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection).

1.     Localtalk: jenis protokol yang dikembangkan perusahaan Apple yang ditujukan untuk komputer macintosh dengan metode CSMA/CA (Carrier Sense Multiple Access/Collision Avoidance).

2.     Token ring: jenis protokol yang dikembangkan oleh perusahaan IBM dengan metode akses pengiriman informasi yang berada di dalam satu lingkaran protokol.

3.     FDDI (Fiber Distributed Data Interface): jaringan protokol yang dipakai untuk menyambungkan beberapa komputer dengan tipe area lokal yang meliputi wilayah jarak jauh. Metode yang digunakan adalah dengan token dan topologi ring kembar.

4.     TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol): jenis standar komunikasi data yang terdiri dari sekumpulan protokol dan dipakai oleh komunitas internet secara global.

5.     UDP (User Datagram Protocol): jenis protokol lapisan transport TCP/IP yang mendukung komunikasi unreliable (tidak andal) dan connectionless (tanpa koneksi) antara host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.

6.     ICMP (Internet Control Message Protocol): jenis protokol yang digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim sebuah pesan kesalahan pada jaringan yang digunakan.

7.     HTTP (Hypertext Transfer Protocol): jenis protokol yang digunakan oleh WWW (World Wide Web) sebagai sebuah identitas utama dalam jaringan internet untuk mengakses situs atau website.

8.     HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure): merupakan jenis protokol versi aman dari HTTP yang dijadikan sebagai sebuah protokol komunikasi dari WWW.

9.     FTP (File Transfer Protocol): jenis protokol internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi sebagai standar untuk mengirimkan berkas komputer antar mesin dalam sebuah internetwork.

 

8.4 model jaringan

Model Jaringan merupakan model database yang diyakini sebagai cara fleksibel mewakili objek dan hubungan mereka. Model ini memiliki fitur istimewa yang pada skema, diperlihatkan sebagai grafik dengan tipe objek ialah node, tipe hubungannya ialah kurva, yang tidak terbatas dengan menjadi hierarki atau berkisi.

                       https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3e/Network_Model.svg/320px-Network_Model.svg.png

   Contoh dari Model Jaringan.

Penemu asli dari Model Jaringan ialah Charles Bachman, dan dikembangkan menjadi spesifikasi standar pada 1969 di Konsorsium CODASYL

8.5 fasilitas jaringan

1.    WWW (World Wide Web)
(World Wide Web) sering di sebut sebagai  web atau w3. Web merupakan sistem dalam internet yang memiliki fasilitas pencarian dan pemberian informasi  yang cepat dengan menggunakan ternologi hyperteks. Web dibuat berdasarkan konsep  hyperteks, yaitu beberapa kata atau kalimat yang dihubungkan dengan dokumen lain. Sehinngga ketika kalian klik kata atau kalimat itu, maka akan muncul dokumen lain berupa penjelasan dari kata atau kalimat tersebut. Konsep hyperteks ini kemudian dikembangkan menjadi hypermedia, yaitu  suatu teks tidak hanya dikaitkan dengan teks suatu dokumen lain, tetapi juga dengan gambar, suara video, animasi, dan multimedia lainnya.

Web merupakan salah satu aplikasi komputer yang paling banyak diminati. Web biasanya mencakup teks, gambar, suara video, animasi, dan multimedia lainnya. Animasi merupakan gambar bergerak dengan skenario tertentu yang berfungsi untuk memvisualisasikan suatu pesan.
2.    E-MAIL
E-mail  atau electronic mail adalah layanan internet untuk mengirimkan surat dengan media elektronik. Dengan fasilitas ini kita bisa berkirim surat dalam bentuk teks hanya  dengan beberapa detik saja. Pengirim cukup memasukkan alamat yang dituju tanpa harus memakai prangko ataupun pergi ke kantor pos. Syaratnya pengirim dan penerima harus sama-sama memiliki alamat e-mail.

Fasilitas e-mail menyediakan sebuah mailbox atau kotak surat yang tersimpan didalam mail server sehingga sewaktu-waktu kita bisa mengecek surat yang masuk, membalas surat, menghapus, ataupun mengeditnya. Selain itu, layanan e-mail memungkinkan kita untuk dapat mengirim lampiran teks atau gambar dalam bentuk file dengan perintah file attachment.

3.    Internet Relay Chat (Chatting)

Selain berkirim surat, kita juga bisa berkomunikasi atau ngobrol langsung dengan teman atau siapapun dalam waktu yang bersamaan dengan layanan chatting. Kita tinggal menentukan tema yang di minati. Selanjutnya, kita bergabung dengan mengetikkan apa yang ingin kita obrolkan dengan menggunakan keyboard. Orang yang melakukan chatting disebut chatter.

 

Chatting bisa dilakukan secara berkelompok dalam suatu chatroom atau berdua saja dalam modus private. Semakin pesatnya perkembangan internet, aplikasi chat terus berkembang sehingga komunikasi tidak hanya dapat terjalin melalui tulisan atau suara saja, tetapi melalui gambar dan suara sekaligus ( Video Conference). Kegiatan chatting membutuhkan software yang disebut IRC Client.

 

4.    Search Engine

Layanan search engine banyak digunakan oleh para pengguna internet. Begitu banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh para pengguna internet. Search engine atau mesin pencari, terdapat baik disuatu situs yang khusus maupun bagian dari situs tertentu. Layanan ini berfungsi untuk mencari informasi  yang dibutuhkan para pengguna internet sesuai dengan kata kunci pencarian yang dimasukkan. Informasi yang dapat dicari bermacam-macam, mulai alamat situs web, alamat blog, berita, data, dan informasi lainnya, baik yang sudah lampau maupun informasi terkini.

 

Search Engine dapat juga informasi yang dicari khusus berupa gambar atau foto. Biasanya untuk keperluan memenuhi tugas atau sebatas mencari tahu. Gambar yang dicari sangat mudah dan cepat didapatkan. Beberapa situs yang menyediakan fasilitas ini, antara lain Google,Altavista, Yahoo, Excite, Lycos, dan lain-lain.

 

5.    Layanan blog

Sebenarnya, blog (Singkatan dari weblog) termasuk bentuk layanan web. Bedanya, kalau dulu pemilik situs web harus mendesain halaman web, mendaftarkan hosting, membayar biaya iuran, dan mengelola isi dan keamanan web. Saat ini, semua orang bisa menuliskan pengalamannya  kehalaman situs web melalui blog. Blog laksana buku harian yang bisa diisi apa saja, termasuk pengalaman, pengetahuan, perasaan hati, komentar terhadap sesuatu, atau harapan-harapan. Isi blog bisa dibaca oleh orang lain yang berkunjung ke blog milikmu. Selanjutnya, bila mereka ingin memberi komentar telah disediakan tempatnya. Pembuat blog tidak perlu ahli merancang situs internet, tidak perlu mendaftarkan nama domain sehingga tidak ada biaya iuran, dan tidak harus mengerti bahasa HTML.

 

 

 

MINGGU 8

9.internet

9.1 pengenalan internet

9.1.1. definisi dan sejarah internet

Internet adalah suatu jaringan komunikasi yang menghubungkan satu media elektonik dengan media yang lainnya. Standar teknologi pendukung yang dipakai secara global adalah Transmission Control Protocol atau Internet Protocol Suite (disingkat sebagai istilah TCP/IP). TCP/IP ini merupakan protokol pertukaran paket (dalam istilah asingnya Switching Communication Protocol) yang bisa digunakan untuk miliaran lebih pengguna yang ada di dunia. Sementara itu, istilah “internetworking” berarti cara/prosesnya dalam menghubungkan rangkaian internet beserta penerapan aturannya yang telah disebutkan sebelumnya.

Pengertian internet menurut para ahli :

  • Onno Purbo

Menurut Purbo (dalam Prihatna, 2005) Internet pada dasarnya adalah suatu media yang dipakai untuk mengefesiensikan proses komunikasi yang disambungkan lewat berbagai aplikasi semacam Web, VoIP, E-mail.

  • Oetomo

Menurut Oetomo (2002) internet adalah singkatan atau singkatan dari international network, yang didefinisikan juga sebagai suatu jaringan komputer yang sangat besar, dimana jaringan komputer tersebut terdiri dari beberapa jaringan-jaringan kecil saling terhubung satu sama lain.

  • Supriyanto

Menurut Supriyanto (2006) Internet adalah suatu hubungan antara berbagai jenis komputer dan juga dengan jaringan di dunia yang punya sistem operasi dan juga aplikasi yang berbeda-beda, dimana hubungan tersebut memanfaatkan kemajuan perangkat komunikasi semacam telepon dan satelit yang memakai protokol standar dalam melakukan hubungan komunikasi, yaitu protokol TCP/IP (Transmission Control/Internet Protocol).

Sejarah internet :

Di tahun 1960-an, Departemen Pertahanan dari Amerika Serikat lewat Advanced Research Projects Agency yang disingkat juga sebagai ARPA merintis suatu sistem jaringan bernama ARPANET. ARPANET ini adalah asal mulanya sebelum terbentuk teknologi internet. Di tahun 1980-an, barulah internet mulai dipakai oleh kalangan terbatas dan menjalankan fungsinya dengan menghubungkan berbagai kampus atau universitas yang populer di Amerika Serikat sendiri.

Protokol standar dari TCP/IP sendiri mulai dipublikasikan ke publik di tahun 1982. Adanya nama domain juga sudah mulai dipakai empat tahun setelahnya, tepatnya di tahun 1984. Lalu, National Science Foundation Network (NSFNET) didirikan dan mulai dikembangkan di tahun 1986. NSFNET inilah yang mulai menggantikan peranan dari ARPANET sebagai suatu wadah riset terkait di Amerika Serikat. Beberapa jaringan internasional pada banyak negara akhirnya mulai dikembangkan dan dihubungkan lewat NSFNET tersebut.

ARPANET kemudian diturunkan pada tahun 1990. Namun memang internet hasil pengembangannya itu sendiri tetap berkembang terus-menerus hingga sekarang ini. Dulu, informasi yang dapat dimiliki lewat internet cuma informasi yang berbasis teks. Dan pada tahun 1990, layanan sejenis berbasis tampilan grafis yang dikenal sebagai WWW (World Wide Web) mulai dikembangkan lagi oleh CERN. Di tahun 1993, InterNIC pun didirikan agar bisa melayani pendaftaran nama domain dari publik. Sekitar tahun 1994, internet masuk ke negara kita, Indonesia.

Pada waktu itu jaringan internet di Indonesia lebih dikenali dengan nama unik yaitu Paguyuban Network. Paguyuban Network ini juga berarti serupa dengan namanya dimana semangat kekeluargaan atau kerjasama terjadi begitu akrab diantara para anggota pengembang teknologinya. Hal ini cukup berbeda bila dibandingkan dengan suasana pengembangan Internet di Indonesia sekarang-sekarang ini yang tentunya lebih ke arah komersial tujuannya. Tapi tentunya tak hanya sisi negatif yang dirasa, pertumbuhan e-commerce dan perusahaan komersial lainnya jadi meningkat drastis dan turut membangun juga ekonomi bangsa.

Kala itu RMS Ibrahim, Adisoemarta, Suryono, Muhammad Ihsan, Putu, Robby Soebiakto, Firman Siregar, Adi Idrayanto, dan Onno Purbo adalah beberapa nama-nama tokoh pengembang legendaris yang tercatat di sejarah internet awal-awal Indonesia, tepatnya sekitar tahun 1992 sampai 1994. Setiap pengembang itu sudah berkontribusi dan mendedikasikan keahliannya dalam membangun sejarah IT di Indonesia

9.1.2.protokol internet

Pengertian Internet Protocol

Internet protocol atau yang disingkat IP ini adalah suatu aturan dasar yang dipakai untuk mengkoordinir terjadinya hubungan antar komputer, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Dengan adanya IP, maka komputer dapat saling berkomunikasi dan bertukar informasi. Adapun jenis-jenis IP yakni   Proxy, DNS, IP Address, dan lain-lain merupakan internet protocol juga.

 

Macam-macam protokol

1.     TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol)

merupakan sebuah grup protokol yang ada pada jaringan komputer yang berfungsi untuk menukar data antar komputer. Protokol tersebut tidak dapat berdiri sendiri karena pada dasarnya adalah kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini adalah protokol standar pada jaringan internet yang menghubungkan beberapa komputer yang memiliki perbedaan mesin operation system guna berhubungan satu sama lain.

https://www.baktikominfo.id/assets/uploads/picture.png

2.     Domain Name System (DNS)

Merupakan sistem pendistribusian data yang bertujuan untuk mencari nama komputer di jaringan yang memakai TCP/IP. Biasanya dipakai di aplikasi yang terhubung ke internet seperti web browser atau email. Kelebihan DNS ini yaitu mudah, konsisten, dan simpel karena host name tidak berubah-ubah dan cukup satu domain dalam pencarian.

3.     HTTP (Hypertext Transfer Protocol)

Yakni suatu protokol jaringan lapisan aplikasi yang dipakai untuk sistem informasi dengan menggunakan hypermedia. Penggunaannya fokus pada sumber daya yang terhubung pada tautan. Protokol ini dipakai pada www (world wide web). Tugasnya adalah menterjemahkan suatu pesan agar bisa diformat dan dikirim dari server ke klien serta merespon balik.

https://www.baktikominfo.id/assets/uploads/http.png

4.     HTTPS

Adalah protokol yang sama dengan HTTP akan tetapi HTTPS memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan HTTP, sesuai dengan namanya Hypertext Transfer Protocol Secure. Protokol komunikasi ini melindungi integritas dan kerahasiaan data pengguna antara komputer dan situs. Sehingga, ada baiknya kita mengadopsi HTTPS untuk melindungi koneksi pengguna ke situs.

 

5.     FTP (File Transfer Protocol)

Istilah tersebut ada dalam lapisan aplikasi dan merupakan standar penyaluran file komputer antar mesin dalam sebuah internetwork. FTP hanya memakai username dan password yang dikirim dalam bentuk yang tidak mudah dibaca. Pengguna yang terdaftar dapat mengakses dan mengunduh berkas-berkas yang diinginkan sedangkan bagi pengguna yang belum terdaftar dapat mengakses melalui email.

6.     UDP (User Datagram Protokol)

Merupakan sebuah protokol lapisan transport TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal unreliable communication dan tidak menggunakan koneksi antara host-host di jaringan yang memakai TCP/IP. UDP berfungsi untuk mengirim pesan pada suatu protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu dalam sebuah host pada jaringan yang memakai TCP/IP.

7.     ICMP (Internet Control Message Protocol)

ICMP digunakan peralatan-peralatan yang terhubung melalui jaringan internet untuk keperluan analisa jaringan. Penggunaan ICMP yang terkenal adalah ping dan traceroute. ICMP ini juga berfungsi untuk memberikan pesan error jika suatu layanan yang diminta tidak ada, atau jika komputer atau router tujuan tidak dapat dihubungi.

8.     SSH (Sucure Shell)

Protokol jaringan yang berfungsi sebagai media yang menjembatani pertukaran data dari jarak jauh dengan lebih aman, antara dua komputer atau lebih, seperti menerima dan mengirim file. Karena memiliki kelebihan mampu membuat keamanan komunikasi lebih terjamin, kredibilitasnya lebih diakui.

9.     SSL (Secure Socket Layer)

Protokol ini menyandang predikat sebagai protokol dengan kemampuan enkripsi tingkat tinggi. Selain kompeten dalam hal pengamanan website, ternyata juga mampu memberikan pengamanan ekstra untuk aplikasi yang membutuhkan enkripsi jaringan end to end.

10.                        POP3 (Post Controller)

Internet protokol yang satu ini fokus pada bidang email. Protokol ini digunakan dalam pengambilan email berasal dari email server karena memang dirancang dari sistem email yang mengharuskan adanya email server yang menampung email sementara hingga sampai ke penerima.

11.                        IMAP (Internet Message Access Protocol)

Merupakan protokol yang sangat mendasar dalam akses dan pengambilan email dari server. Protokol ini memudahkan pemakai dalam memilih, mencari, dan menghapus  pesan email. Dapat dikatakan bahwa IMAP memiliki kinerja yang lebih unggul dari POP (Post Office Protocol) karena memudahkan penggunanya saat mengambil dan mengunduh semua pesan tanpa kecuali.

12.                        Telnet (Telecommunication network)

Adalah protokol jaringan dalam sambungan internet atau Local Area Network (LAN). Telnet merupakan standar internet pertama yang berkembang pada tahun 1969. Namun dalam prakteknya banyak memiliki kekurangan dan berisiko pada sistem keamanan.

 

9.1.3. cara akses internet

Layanan akses internet disediakan oleh ISP. ISP adalah singkatan dari

Internet Service Provide. ISP merupakan sebuah badan atau perusahaan yang menghubungkan komputer melalui saluran komunikasi ke server ISP. yang telah terhubungke internet atau dapat di katakan sebagai penyedia layanan jasa Internet. Perusahaan ISP terhubung ke Internet menggunakan jasa ISP lain, biasanya ISP Amerika, ISP Singgapura, atau ISP Hongkong.

Jika Anda ingin mengakses Internet dan terhubung dengan jaringan telepon melalui modem, maka Anda dapat langsung mendaftar ke salah satu ISP (provider) yang ada di lokasi Anda masing-masing atau skala nasional. Apabila Anda berlangganan Internet ISP, maka Anda akan mendapatkan user ID dan password serta nomor dial ISP tersebut pada saat mendaftar.

Saat ini, koneksi Internet bisa juga dilakukan dengan cara mobile, yakni bisa diakses dimana saja. Caranya dengan menggunakan laptop dan modem portable atau fasilitas GPRS pada ponsel. Anda bisa juga mengakses Internet pada wilayah hotspot dengan menggunakan perangkat WI-FI.

 

 

9.1.4. domain name system (DNS)

Sistem Penamaan Domain (bahasa Inggris: (Domain Name System) adalah sistem penamaan hirarkis dan desentralisasi untuk komputer, layanan, atau sumber daya lain yang terhubung ke Internet atau jaringan pribadi. Ini mengaitkan berbagai informasi dengan nama domain yang ditetapkan untuk masing-masing entitas yang berpartisipasi. Yang paling menonjol, ini menerjemahkan nama domain yang lebih mudah dihafal ke alamat IP numerik yang diperlukan untuk mencari dan mengidentifikasi layanan dan perangkat komputer dengan protokol jaringan yang mendasarinya. Dengan menyediakan layanan direktori terdistribusi di seluruh dunia, Domain Name System telah menjadi komponen penting dari fungsi Internet sejak 1985.

Sistem Nama Domain mendelegasikan tanggung jawab untuk menetapkan nama domain dan memetakan nama-nama tersebut ke sumber daya Internet dengan menunjuk server nama resmi untuk setiap domain. Administrator jaringan dapat mendelegasikan wewenang atas sub-domain dari ruang nama yang dialokasikan untuk server nama lain. Mekanisme ini menyediakan layanan terdistribusi dan toleran terhadap kesalahan dan dirancang untuk menghindari database pusat tunggal yang besar.

Sistem Nama Domain juga menentukan fungsionalitas teknis dari layanan basis data yang merupakan intinya. Ini mendefinisikan protokol DNS, spesifikasi terperinci dari struktur data dan pertukaran komunikasi data yang digunakan dalam DNS, sebagai bagian dari Internet Protocol Suite.

Internet memiliki dua ruang nama utama, hierarki nama domain[1] dan ruang alamat Protokol Internet (IP).[2] Sistem Nama Domain memelihara hirarki nama domain dan menyediakan layanan terjemahan antara itu dan ruang alamat. Server nama internet dan protokol komunikasi menerapkan Sistem Nama Domain.[3] Server nama DNS adalah server yang menyimpan catatan DNS untuk domain; server nama DNS merespons dengan jawaban atas pertanyaan terhadap basis datanya.

Jenis catatan paling umum yang disimpan dalam database DNS adalah untuk Start of Authority (SOA), alamat IP (A dan AAAA), penukar surat SMTP (MX), server nama (NS), pointer untuk reverse DNS lookups (PTR), dan alias nama domain (CNAME). Meskipun tidak dimaksudkan sebagai database tujuan umum, DNS telah diperluas dari waktu ke waktu untuk menyimpan catatan untuk tipe data lain untuk pencarian otomatis, seperti catatan DNSSEC, atau untuk pertanyaan manusia seperti catatan orang yang bertanggung jawab (RP). Sebagai basis data tujuan umum, DNS juga telah digunakan dalam memerangi email yang tidak diminta (spam) dengan menyimpan daftar blackhole real-time (RBL). Database DNS secara tradisional disimpan dalam file teks terstruktur, file zona, tetapi sistem database lainnya adalah umum.

 

9.2 jenis layanan internet

9.2.1 email

Pengertian Email

Email adalah singkatan dari Elektronik Mail atau dalam bahasa Indonesia disebut Surat Elektronik merupakan sarana dalam mengirim surat yang dilakukan melalui media internet. Media internet yang dimaksud bisa melalui komputer atau handphone yang memiliki akses internet. Pada umumnya mengirim surat biasa akan di kenakan biaya ( Membeli Perangko ) namun pada Surat Elektronik hanya dibutuhkan sambungan internet.

Fungsi Email

Email adalah alamat resmi kita di dunia maya. Dengan menggunakan email kita dapat terhubung dalam berbagai kegiatan internet, seperti bergabung di situs jejaring sosial semisal Facebook dan twitter maka saat pendaftaran akan membutuhkan email. Saat ini, Email telah berkembang hingga memiliki fungsi yang sangat beragam. Mengirim file, foto, video dan Chat dengan teman dan keluarga menjadi lebih muda

 

9.2.2.FTP

Pengertian FTP

File transfer protocol (FTP) merupakan protokol yang bertugas untuk menjembatani pertukaran informasi di dalam suatu komputer. Jika kamu mengunduh dan mengunggah file, maka semua aktivitas tersebut dapat dilakukan dengan adanya bantuan FTP.

Dua hal penting dalam FTP adalah FTP server dan FTP client. FTP server adalah server yang menjalankan software dengan fungsi memberikan layanan tukar menukar file yang selalu siap apabila ada permintaan dari FTP client. Sedangkan yang dimaksud dengan FTP client adalah komputer yang kamu gunakan untuk melakukan berbagai aktivitas. Komputer kamu sebagai FTP client haruslah terhubung dengan FTP server untuk bisa menukar file dan melakukan aktivitas seperti download, upload, rename, delete, dan sebagainya.

 

9.2.3. Telnet

Apa itu Telnet?

Telnet adalah suatu protokol client-server yang bisa memberikan akses remote (jarak jauh) untuk login komputer tertentu dalam sebuah jaringan. Telnet (biasa disingkat TN) ini juga bisa diartikan sebagai virtual atau emulasi terminal yang memakai protokol tersebut untuk tujuan yang sama yaitu mengakses komputer tujuan secara remote. Telnet biasanya dipakai untuk login ke komputer lain pada Internet. Selain itu, untuk mengakses berbagai macam layanan umum yang terhubung dengan jaringan internet, termasuk katalog perpustakaan dan database.

9.2.4 Browser

Browser adalah salah satu jenis perangkat lunak (software) yang umumnya digunakan untuk membuka halaman website di internet. Browser disebut juga dengan peramban web dan web browser. Secara fundamental browser mempunyai kemampuan untuk menampilkan kode semantik (bahasa pemrograman) halaman website seperti; HTML, CSS, Js, dan lainnya menjadi halaman yang dimengerti oleh semua orang. Browser yang populer digunakan saat ini adalah Google Chrome dan Mozilla Firefox.

 

9.2.5 chat

Pengertian chatting adalah suatu feature atau suatu program di Internet untuk dapat berkomunikasi langsung sesama pengguna internet yang sedang online / yang sedang sama-sama akan menggunakan Internet. Komunikasi ini dapat berupa teks maupun suara.

Atau definisi chatting merupakan suatu pesan instant ataupun instant messaging di sebuah teknologi jaringan komputer yang akan mengijinkan pemakainya untuk mengirimkan pesan ke pengguna lain yang tersambung dalam sebuah jaringan komputer ataupun internet.

Chatting tidak hanya akan populer dikalangan kaum remaja maupun anak muda saja tetapi jaman sekarang ini, sudah akan merambah ke kalangan orang tua sekalipun. Dengan adanya chatting, kita dapat dengan bebas mengobrol akan mengenai apa saja mulai dari persahabatan, pekerjaan, pelajaran di sekolah, mata kuliah, sampai masalah percintaan ataupun perjodohan, bahkan sampai dengan hal-hal ini akan bersifat pribadi sekali pun.

9.2.6 mailing list

Pesan yang dikirim pada suatu alamat email secara otomatis ke satu alamat, nantinya pesan tersebut selanjutnya akan diteruskan ke alamat email lain yang berstatus sebagai anggota. Para pengguna Mailing List di Indonesia kerap menyebut proses ini dengan sebutan Milis.
Pengelompokkan alamat email dalam mailing list dapat diibaratkan seperti sebuah pesan yang dikirim ke satu alamat kemudian secara otomatis, pesan ini juga menuju ke alamat email lain. Akan tetapi, proses ini dapat berjalan jika alamat email didaftarkan ke dalam database mesin tersebut.

Kelebihan Mailing List terdapat pada fungsi yang dimiliki, Milis dapat membuat surat yang dikirim ke banyak alamat email hanya dengan mengirim ke daftar mailing list saja. Cara pengiriman pesan email ini juga bisa diatur mengenai siapa saja yang dapat menerima pesannya

 

MINGGU 9

10.                         Aplikasi komputer bidang psikologi

10.1. Pengenalan statistical program for social science (SPSS)

SPSS adalah aplikasi yang digunakan untuk melakukan analisis statistika tingkat lanjut, analisis data dengan algoritma machine learning, analisis string, serta analisis big data yang dapat diintegrasikan untuk membangun platform data analisis. SPSS adalah kependekan dari Statistical Package for the Social Sciences. SPSS sangat populer di kalangan peneliti dan statistikawan untuk membantu melakukan perhitungan terkait analisis data. SPSS menyediakan library untuk perhitungan statistika dengan antarmuka interaktif yang menjadikannya sebagai software analisis data tingkat lanjut paling populer di berbagai universitas, instansi, dan perusahaan.

 

10.2 mempersiapkan data dalam SPSS

Setelah model rancangan analisis dibuat dan alat analisis atau pemilihan alat statistik yang akan digunakan sudah ditentukan, maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan data supaya siap untuk dilakukan pengolahan atau analisis. Penyiapan data supaya siap untuk diolah meliputi: kodifikasi (coding), pembersihan (cleaning), dan tabulasi (tabulating).
Proses pengolahan data dapat menggunakan cara manual, kalkulator, dan komputer. Pemilihan penggunaan cara ini sangat menentukan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pengolahan data. Penggunaan komputer untuk memproses pengolahan data akan mempercepat waktu memroses dan memudahkan pengolahan data. Dengan komputer kita dapat melakukan analisis dengan cepat yang sebelumnya sangat sulit sekali kalau hanya menggunakan kalkulator biasa apalagi dengan cara manual. Hanya saja penggunaan komputer menuntut biaya yang tinggi dan investasi yang tinggi serta membutuhkan tenaga yang mampu mengoperasikannya. Selain perangkat keras yang harus disediakan (misalnya: CPU, monitor, printer, dan hard disk), perangkat lunak untuk pengolahan juga harus ada.
Perangkat lunak atau paket program pengolahan data statistik sederhana yang sekarang beredar dipasaran cukup banyak, misalnya Lotus, Qpro, dBase, Foxpro, dan sebagainya. Paket program khusus statistik yang dapat digunakan adalah Microstat, Minitab, BMDP, SPSS, SAS, dan sebagainya. Selain cukup mahal, paket program ini juga memerlukan kemampuan kita dalam mengoperasikannya. Meskipun demikian, penggunaan komputer saat ini cukup banyak karena harga perangkat keras komputer terus menurun, hanya saja penggunaannya masih terbatas untuk mentik surat atau sekadar untuk bermain game. Suatu saat komputer yang awalnya merupakan barang yang sangat langka dan barang mewah cenderung akan cepat berubah menjadi barang biasa yang dapat ditemui di rumah-rumah seperti halnya televisi berwarna. Oleh karena itu, pada modul ini pembahasan pengolahan akan didasarkan dengan cara komputer dan menggunakan paket program SPSS for Windows. Pembahasan ini juga masih sangat dimungkinkan bila kita hanya menggunakan kalkulator atau cara manual.

A. Kodifikasi dan Tabulasi Data

Kodifikasi data merupakan proses penyederhanaan data hasil monitoring dengan cara memberi kode terhadap data yang diperoleh. Tujuan utama kodifikasi adalah agar data dapat berbentuk ringkas dan padat. Data yang ringkas sangat diperlukan untuk memudahkan kita dalam mengelolanya, misalnya mudah menyimpan, dan mengambil kembali, mudah mengelola, mudah diakses dan di-ambil kembali, dan mudah untuk dianalisis. Cara kita melakukan kodifikasi biasanya sangat tergantung kepada jenis datanya atau ditentukan juga oleh instrumen yang digunakannnya.
Kodifikasi merupakan proses pemberian simbol untuk setiap data yang ada. Simbol itu dimaksudkan untuk menyederhanakan dan meringkas data. Misalnya saja seorang responden bernama Ali berumur 20 tahun, tamatan SMA jurusan A1 (Ilmu-ilmu Fisika), bekerja sebagai pegawai negeri sipil di Pemda Bandung, berpengha¬silan tiap bulan rata-rata sebesar Rp. 200.000,-. Responden yang lain bernama Budi lulusan D3 PMS-ITB Bandung jurusan Mekanika, berumur 25 tahun bekerja di sebuah perusahaan elektonika di Semarang, berpenghasilan rata-rata sebulan Rp. 700.000,-. Pema¬paran data pribadi responden ini dapat diringkas dengan membuat tabel responden. Responden ketiga bernama Cecep berusia 22 tahun, lulusan SMA jurusan A3 (Ilmu-ilmu Sosial) dan belum bekerja, dan seterusnya, sampai dengan responden ke-n.
Pemaparan data responden seperti ini cukup lengkap tetapi sangat tidak efektif terutama untuk jumlah responden yang cukup besar. Salah satu bentuk pema¬paran yang mungkin dapat dibuat adalah sebagai berikut :

No Nama Umur Pendidikan Jurusan Pekerjaan Penghasilan
1. Ali 20 SMA A1 PNS 200.000
2. Budi 25 D3 Mekanika Swasta 700.000
3. Cecep 22 SMA A3 – –
4. Dudit 29 Sarjana Pertanian Dosen IPB 600.000
5. Edi 35 SMA IPA Dagang 1.000.000

… . … .dst

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa ada 6 variabel, yaitu variabel nama, umur, pendidikan, jurusan, pekerjaan, dan penghasilan. Variabel nama, jurusan dan jenis pekerjaan merupakan variabel berskala pengukuran nominal. Variabel pendidikan berska¬la pengukuran ordinal, sedangkan variabel umur dan penghasilan berskala interval atau rasio.
Kodifikasi ini mencakup dua hal, yaitu kodifikasi terhadap nama variabel dan kodifikasi terhadap nilai variabel. Pemberian kode untuk setiap nama variabel dapat dilakukan dengan nama apa saja, bisa menggunakan singkatan, atau simbol lainnya. Misalnya variabel nama responden dapat diberi kode ‘NARES’, ‘NAMA’, atau ‘NAME’, atau apa saja. Variabel pendidikan tertinggi terakhir responden dapat diberi kode dengan ‘PEND’, ‘PENDIK’, atau ‘EDUC’, dan sebagainya. Meskipun kita bebas memberi kode pada suatu variabel, namun sebaiknya kita memperhatikan beberapa prinsip dalam memberikan kode, yaitu :
1. Pemberian kode suatu variabel hendaknya sependek mungkin dan tidak lebih dari 8 karakter (digit).
2. Bila kode variabel lebih dari satu digit, digit pertama harus menggunakan alphabetik dan digit berikutnya dapat menggunakan alphabetik maupun alphanumerik.
3. Kode yang digunakan hendaknya dapat memudahkan kita membaca atau mengartikannya.

Kodifikasi ini tidak hanya untuk nama variabel saja tetapi nilai dari variabel ini juga mungkin harus kita sederhanakan dengan memberi kode. Jawaban yang panjang dapat disederhanakan dengan suatu nilai atau kode tertentu yang lebih sederhana. Penyederhanaan ini dilakukan untuk kepentingan penghematan ruang penyimpanan dan memudahkan dalam pemrosesan dan analisis data. Misalnya variabel pendidikan terakhir responden seperti contoh di atas mempunyai nilai variabel SMA dan D3. Nilai dari variabel ini dapat disederhanakan, misalnya memberi kode 1 untuk responden yang berpendidikan SMA, dan kode 2 untuk yang berpendidikan terakhirnya D3.
Pemberian kode untuk nilai variabel ini tergantung dari model data atau asal datanya. Pemberian kode untuk nilai variabel yang berasal dari pertanyaan yang tertutup relatif lebih mudah daripada pertanyaan yang setengah terbuka ataupun pertanyaan terbuka.

Contoh:
Apakah pendidikan/ijazah terakhir Anda ? a. SMA A1/A2/eksakta
b. SMA A3/sosbud
c. SMTA kejuruan
d. D1/D2/D3/SM
e. S1/S2/S3

Pemberian kode terhadap nilai variabel dari pertanyaan tertutup ini dapat langsung dibuat. Misalnya responden yang pendidikan terakhirnya SMA A1/A2/eksakta dapat diberi kode ‘a’ atau ‘1’, yang berpendidikan terakhirnya SMA A3 diberi kode ‘b’ atau ‘2’, dan seterusnya.
Pemberian kode terhadap nilai variabel ini dapat digunakan numerik, alphabetik, ataupun alphanumerik. Meskipun demikian, sangat dianjurkan menggunakan numerik. Hal ini dapat mempermudah proses pengolahan dan analisis data selanjutnya serta menginterpretasi hasil analisis. Secara ringkas contoh pertanyaan di atas dapat disederhanakan menjadi ‘PENDIK’, yang berarti pendidikan atau ijazah terakhir yang dimiliki responden. Kode PENDIK ini mempunyai kemungkinan variasi nilai dari 1 sampai dengan 5, dengan rincian sebagai berikut:

Kodifikasi nilai variabel yang diturunkan dari pertanyaan terbuka lebih kompleks dan panjang daripada pertanyaan tertutup. Pada pertanyaan terbuka peneliti pertama kali harus membuat daftar (listing) dari seluruh jawaban yang masuk.
Kemudian dari semua jawaban yang masuk itu kita klasifikasikan, kategorisasi atau pengelompokkan dengan suatu kriteria atau pertimbangan tertentu.

Misalnya terhadap pertanyaan berikut:
§ Apakah pekerjaan Anda sekarang ? …………………..

Jawaban yang mungkin akan kita peroleh dari responden adalah sebagai berikut :
§ pegawai negeri, pegawai BRI, swasta, guru SMP, dosen PTS, pedagang, bekerja di pabrik, mengelola pabrik sepatu, TNI AD, dan TNI AU.

Salah satu alternatif klasifikasi terhadap jawaban tersebut adalah pegawai negeri yang mencakup jawaban pegawai negeri, pegawai BRI, guru SMP, TNI AD, TNI AU, dan sebagainya, nilai jawaban tersebut dapat diberi kode ‘1’. Kode ‘2’ untuk kelompok pegawai swasta, yang mencakup jawaban swasta, dosen PTS, bekerja di pabrik, dan sebagainya. Sedangkan untuk jawaban sebagai pedagang, pengelola pabrik sepatu, dan sebagainya diklasifikasikan sebagai wiraswasta dan diberi kode ‘3’. Mungkin dengan suatu pertimbangan tertentu, kita menganggap perlu membedakan pegawai negeri menjadi pegawai negeri sipil (PNS), TNI, dan BUMN sehingga kodenya berturut-turut menjadi ‘1’, ‘2’, dan ‘3’. Adapun untuk pegawai swasta menjadi berkode ‘4’, dan wiraswasta menjadi berkode ‘5’.
Kodifikasi jawaban yang berasal dari pertanyaan setengah terbuka merupakan perpaduan dari cara kodifikasi pertanyaan tertutup dan pertanyaan terbuka. Pertanyaan setengah terbuka adalah pertanyaan yang alternatif jawabannya sudah disediakan oleh peneliti, tetapi responden masih mempunyai kesempatan untuk memberikan kemungkinan jawaban yang lainnya yang belum disediakan oleh peneliti.

Contoh:
Jika Anda ikut KB, alat kontrasepsi atau cara apakah yang Anda gunakan?
a. IUD/spiral
b. Pil
c. Suntikan
d. …………. .

Kita peroleh kemungkinan jawaban sebagai berikut :
memilih a (IUD/spiral), b (Pil), atau c (Suntikan), atau d dengan jawaban
senggama terputus, sistem kalender atau siklus haid, sterilisasi, vasektomi,
dan sebagainya.

Kode alternatif jawaban yang dapat digunakan ‘1’ untuk IUD, ‘2’ untuk Pil, dan kode ‘3’ untuk suntikan, sedangkan untuk jawaban bagian d (yang terbuka) dibuat daftar terlebih dahulu tentang kemungkinan jawaban yang telah diisi oleh responden. Kemudian dari daftar tersebut dibuat klasifikasi, kategorisasi, atau pengelompokkan seperti yang dilakukan untuk pertanyaan terbuka. Seandainya peneliti hanya ingin melihat ketiga kemungki¬nan jawaban saja, maka untuk bagian d (apapun jawabannya) dikate¬gorikan sebagai jawaban lain-lain yang diberi kode ‘4’. Tetapi bila peneliti ingin mengetahui tidak hanya ketiga jawaban pertama saja, maka peneliti mungkin dapat memberi kode ‘4’ untuk jawaban senggama terputus, kode ‘5’ untuk sistem penanggalan, kode ‘6’ untuk sterilisasi, dan sebagainya.
Hal yang harus diperhatikan lagi dalam memberi kode terhadap nilai jawaban adalah adanya kode yang konsisten. Kode yang konsisten ini sangat diperlukan terutama terhadap nilai jawaban pertanyaan yang tidak hanya sekedar simbol tetapi juga mempunyai nilai arah, arah positif dan arah negatif. Bila menggunakan kode numerik, arah positif diberi kode dengan angka yang lebih besar daripada arah negatif. Penentuan arah positif ataupun negatif terhadap jawaban pertanyaan tergantung pada patokan atau kepentingan tertentu.

Contoh:
Apakah Anda setuju jika PEMILU dilaksanakan pada hari Minggu atau hari libur?
a. Setuju
b. Tidak setuju

Apabila kode hanya berupa simbol, maka nilai jawaban tersebut dapat diberi kode ‘0’ untuk setuju dan ‘1’ untuk tidak setu¬ju. Angka 0 dan 1 ini hanya merupakan simbol tidak mempunyai nilai positif atau negatif. Tetapi bila kita mempunyai alasan atau pertimbangan tertentu bahwa PEMILU lebih baik dilaksanakan pada hari Minggu atau hari libur daripada hari kerja, maka pem¬berian kode untuk jawaban setuju tentunya lebih positif daripada jawaban tidak setuju. Pemberian kode ‘0’ untuk jawaban tidak setuju dan kode ‘1’ untuk jawaban yang setuju tidak hanya merupa¬kan simbol tetapi juga mengandung unsur arah. Konsistensi terha¬dap pemberian kode nilai jawaban yang mengandung tendensi nilai (arah) positif dan negatif sangat diperlukan untuk kemudahan dalam:
1. Interpretasi hasil yang diperoleh.
2. Penyusunan indeks, skala, atau komposit variabel.
3. Interpretasi hasil analisis bila dikaitkan dengan pertanyaan lainnya atau variabel lainnya terutama dalam analisis korelasional.

B. Kodifikasi tanpa jawaban

Seorang responden adakalanya tidak mengisi untuk suatu pertanyaan. Ada beberapa kemungkinan hal ini dapat terjadi. Kemungkinan pertama pertanyaan itu tidak relevan dengan keadaan dirinya. Misalnya seorang responden tidak relevan untuk ditanyakan ‘Apa pekerjaan Anda?’, kalau responden itu tidak atau belum bekerja. Kemungkinan kedua responden tidak atau kurang memahami pertanyaan sehingga tidak memberi jawaban. Kemungkinan ketiga responden memang tidak mengetahui jawabannya. Kemungkinan keempat responden tidak mau memberikan jawaban atau tidak mau menjawab. Jawaban yang tidak diberikan oleh responden sering disebut seba¬gai missing response atau non-response.
Kode untuk nilai variabel atau tidak ada jawaban atas pertanyaan yang diajukan dapat dilakukan sembarang, asal saja kode itu belum digunakan jawaban yang sudah ada. Kode itu dapat saja berupa angka ‘0’, ‘9’, atau ’00’, ’99’, atau ‘000’, ‘999’, dan sebagainya. Pemberian kode ini tidak mutlak, artinya kode untuk nilai pertanyaan tanpa jawaban (missing response) ini dapat menggunakan kode apa saja selama kode itu belum digunakan untuk kode kemungkinan nilai jawaban yang lain. Kode untuk nilai pertanyaan tanpa jawaban ini dinamakan (missing value) atau nilai hilang.

C. Tabulasi data

Tabulasi data ini mencakup dua kegiatan utama, yaitu persiapan pemasukan data ke komputer dan pemasukan data ke computer untuk penyimpanan data. Meskipun demikian, pada akhir-akhir ini bila pada waktu awal sudah dirancang jawaban terhadap pertanyaan di kuesioner dengan menggunakan kertas yang dapat dibaca oleh scanner, maka tabulasi data dapat langsung dilakukan segera setelah lembar jawaban tersebut terkumpul dan programnya telah dibuat.
Persiapan pemasukan data ke komputer perlu dilakukan dan direncanakan dengan baik. Biasanya persiapan yang diperlukan adalah membuat buku kode (codebook). Hasil akhir dari kodifikasi adalah mengkonversi data kedalam bentuk kode numerik. Kode-kode ini harus didokumentasi ke dalam buku kode. Selain itu buku kode juga mencatat di lokasi mana atau kolom berapa suatu variabel atau butir pertanyaan itu (akan) diletakkan.
Untuk menentukan berapa kolom yang harus disediakan untuk suatu variabel sangat tergantung dari berapa kemungkinan atau klasifikasi dari jawaban yang ada. Variabel yang bernilai dari 0 sampai 9 hanya memerlukan 1 kolom atau 1 digit saja, variabel yang mempunyai nilai dari 00 sampai 99 memerlukan 2 kolom, dan seterusnya. Sebagai contoh variabel pendidikan (PENDIK) yang telah diuraikan di atas mempunyai 5 kemungkinan jawaban sehingga hanya memerlukan 1 kolom saja.
Bentuk dan model buku kode sangat beragam dan tidak ada standar tertentu. Meskipun demikian,dalam sebuah buku kode setidak-tidaknya memuat kode variabel, nama atau arti dari kode variabel, kode nilai jawaban atau kategorisasi, dan kolom atau digit yang digunakan.
Buku kode ini mempunyai dua fungsi penting. Pertama, buku kode digunakan untuk pedoman utama dalam melakukan tabulasi data ke dalam lembar koding (codesheet). Kedua, buku kode menjadi pedoman dalam melakukan analisis data dan interpretasi hasil analisis.

D. Data Entry

Pemasukan data ke komputer dan untuk disimpan di media penyimpanan (harddisk, disket, atau tape) dapat dilakukan dengan berbagai program. Paket program komputer untuk menghitung statistik umumnya telah menyediakan menu atau modul khusus untuk memasukkan data. Misalnya paket program SPSS/PC+ dengan program atau modul Data Entry (DE). Modul Data Entry dari SPSS ini merupakan program untuk memasukkan data sehingga siap untuk diolah dan dianalisis oleh modul program SPSS lainnya.
Selain menggunakan DE untuk memasukkan data, program SPSS ini
juga dapat dan mampu untuk membaca dan menterjemahkan data yang dimasukkan dengan beberapa program lainnya dengan bantuan modul Translate yang telah disediakan oleh SPSS. Modul Translate ini mampu menterjemahkan data yang dimasukkan lewat paket program Lotus, Qpro, dBase, Foxbase, Multiplan, Symphony, dan Excel.
Paket program SPSS ini dapat juga membaca data yang dimasukkan lewat program pengolah kata lainnya. Misalnya Notepad, Wordstar (WS), Word Perfect (WP), Microsoft Work, Microsoft Word, DOS Editor, dan sebagainya. Hanya saja data yang telah dimasukkan dengan program-program tersebut harus disimpan dalam bentuk ASCII atau non-dokumen.

E. Pembersihan Data (Data Cleaning)

Data yang terkumpul, baik yang berasal dari angket/kuesioner, wawancara, atau pengamatan, ataupun tes biasanya tidak begitu bersih. Artinya kemungkinan data itu masih mengandung kesalahan. Kesalahan itu dapat saja berupa salah tulis, kesalahan jawaban, jawaban tidak terisi, jawaban tidak jelas, jawaban meragukan, dan sebagainya. Terhadap semua kemungkinan kesalahan ini, data hasil pengumpulan di lapangan harus dibersihkan.
Pembersihan data ini sebenarnya harus dilakukan ketika pengumpulan dan pencatatan data di lapangan, ketika melakukan tabulasi data, dan selama pengolahan dan analisis data.
Pada saat petugas mengumpulkan data (pencacah) mewawancarai atau mengobservasi responden atau obyek penelitian, peneliti harus dapat melihat dengan jeli apa yang sebenarnya terjadi pada responden. Sebagai patokan untuk kebersihan data yang diperoleh dapat dikembangkan dari pertanyaan-pertanyaan pokok, misalnya:
§ Apakah responden yang ditemui dan dijadikan sebagai sumber informasi sudah tepat?
§ Apakah sudah setiap butir pertanyaan yang direncanakan sudah diajukan dan dijawab oleh responden dengan lengkap dan jelas?
§ Apakah semua jawaban dan informasi dari responden sudah dicatat dan didokumentasi dengan baik?

Pada saat tabulasi data, petugas yang mentabulasi (tabula¬tor) hendaknya juga harus melakukannya dengan hati-hati dan teliti. Sebagai patokan untuk kebersihan data yang diperoleh, setiap tabulator harus berpedoman pada beberapa pertanyaan pokok, misalnya saja:
§ Apakah jenis instrumen yang hendak ditabulasi sudah cocok dan lengkap?
§ Apakah jawaban atau data pada instrumen dapat dibaca dan dipahami?
§ Apakah data pada instrumen sudah dikodifikasi dan diletakkan pada kolom yang sesuai dengan buku kode?

Proses pembersihan data ini masih akan terus berlangsung selama pengolahan dan analisis data. Pada saat pengolahan data ini peneliti harus terlebih dahulu melakukan pembersihan data sebelum analisis lanjutan dilakukan. Hal ini diperlukan agar hasil analisis berasal dari data yang benar-benar bersih. Ada beberapa alat statistik yang dapat digunakan untuk membantu membersihkan data. Misalnya saja penggunaan tabel distribusi frekuensi dan/atau tabel silang.

Berikut ini adalah contoh hasil pengolahan tabel frekuensi untuk suatu variabel :

Dari contoh di atas terlihat bahwa variabel jenis kelamin, yang diberi kode SEX mempunyai data yang tidak bersih. Kode nilai variabel jenis kelamin ini ‘0’ untuk wanita dan ‘1’ untuk laki-laki, serta kode ‘9’ untuk yang tidak mengisi pertanyaan tentang jenis kelamin ini. Kalau data itu lengkap dan bersih tentunya hanya bernilai 0 atau 1 untuk kolom VALUE, tetapi dari tabel di atas terdapat juga nilai 4 dan 9. Hal ini memberikan indikasi bahwa ada 2 orang responden (kolom frequencies) yang data variabel jenis kelamin masih salah, sedangkan masih ada 3 orang responden yang tidak mau memberi jawaban untuk pertanyaan jenis kelamin ini.
Yang terutama dan terpenting yang harus ditelusuri adalah 2 responden yang mempunyai VALUE 4. Ada beberapa kemungkinan letak kesalahannya. Pertama orang yang memasukkan data dari lembar koding ke komputer (entry data) salah memasukkannya, untuk mengatasi hal ini kita perlu mencek data di lembar koding. Kemungkinan kedua terletak pada saat mentabulasi data dari instrumen atau angket ke lembar koding, untuk mengatasi masalah ini kita harus mencek ulang angket untuk responden yang bersangkutan.
Suatu tabel silang dapat digunakan untuk membersihkan data terutama mengetahui konsistensi data dari dua (atau lebih) variabel/pertanyaan yang saling berkaitan. Misalnya saja ada beberapa pertanyaan :

1. Apakah Anda bekerja ?
a. tidak bekerja —-> langsung ke pertanyaan nomor 4.
b. ya, bekerja —-> teruskan ke pertanyaan nomor 2.

2. Jika bekerja, berapa penghasilan rata-rata
per bulan ? Rp. ………..

3. Apakah Anda merasa puas dengan penghasilan tersebut ?
a. tidak puas
b. puas

Pertanyaan kedua dan ketiga seharusnya hanya relevan diisi oleh mereka yang telah bekerja saja atau pada pertanyaan pertama memilih jawaban b (ya, bekerja). Namun, pada kenyataannya terutama kalau kita menggunakan angket, responden kurang menyadari hal ini meskipun sudah ada petunjuknya, mereka masih banyak yang mengisi pertanyaan nomor 2 dan 3, padahal pada pertanyaan pertama dia memilih jawaban a (tidak bekerja).
Berikut ini adalah contoh penggunaan tabel silang untuk melihat kekonsistensian jawaban responden antara variabel status pekerjaan (STAKER) yang berasal dari pertanyaan nomor 1 dengan variabel tingkat kepuasan terhadap penghasilan yang diperolehnya (PUAS) yang berasal dari pertanyaan nomor 3.

Dari tabel silang di atas terlihat bahwa dari 330 orang responden yang menyatakan tidak bekerja sebanyak 163, bekerja 160 orang dan yang tidak memberikan jawaban ada 7 orang. Dari data ini seharusnya yang dapat menjawab pertanyaan tentang kepuasan kerja (pertanyaan nomor 3) adalah mereka yang bekerja saja (ada 160 responden). Tetapi tapi masih ada 3 orang responden yang menjawab pertanyaan nomor 3 dengan jawaban tidak puas padahal mereka menyatakan tidak bekerja. Seharusnya mereka tidak perlu menjawab. Ketiga orang responden ini harus ditelusuri dan dibersihkan datanya. Kemungkinan kekeliruan terjadi pada saat pemasukan data dari lembar koding, atau tabulasi data dari instrumen.
Bila dari penelusuran ini tidak diketemukan adanya kesalahan, maka mungkin kita dapat mengubahnya (recoding) menjadi data hilang. Mereka kita putuskan sebagai tidak bekerja (sesuai denga jawaban mereka pada butir pertanyaan 1) sehingga untuk pertanyaan ketiga dianggap tidak mengisi atau sebagai nilai hilang. Hal ini dilakukan karena untuk menjaga kebersihan data dan kekonsistensian jawaban yang diberikan oleh responden.

Dari tabel silang diatas ini juga ditemukan adanya seorang responden yang menjawab puas terhadap penghasilannya tetapi mereka tidak menjawab untuk butir pertanyaan pertama (bekerja atau tidak bekerja). Hal ini jelas ada ketidak konsistensian jawaban dan data inipun harus dibersihkan dan diperbaiki dengan menelusuri ke lembar koding atau ke instrumen. Bila tidak diketemukan adanya kesalahan, maka kita harus mengkonsistensikan jawaban tersebut. Ada dua kemungkinan untuk melakukan ini, pertama kita terima responden tadi untuk menjawab puas terhadap penghasilan yang mereka peroleh, yang berarti kita harus mengubah (recoding) jawaban pada pertanyaan pertama menjadi bekerja (berkode 1).

Kemungkinan kedua agar menjadi konsisten adalah dengan menerima jawaban pertanyaan pertama sebagai nilai hilang mising mengubah jawaban pertanyaan ketiga dengan nilai hilang (STAKER=9) dengan konsekuensi kita harus mengubah jawaban pertanyaan ketiga dengan nilai hilang juga (PUAS=9). Dari dua kemungkinan cara mengkonsistensikan jawaban responden tersebut, kemungkinan kedua tampaknya lebih baik dan aman daripada kemungkinan pertama. Kemungkinan kedua ini memberikan kepastian kepada kita bahwa data yang akan diolah dan dianalisis lebih lanjut benar-benar data yang bersih.

Dari tabel silang diatas ini juga terlihat ada seorang responden yang bekerja tetapi tidak memberikan respon atau jawaban untuk pertanyaan kepuasan terhadap penghasilannya. Begitu juga ada 6 responden yang tidak memberikan jawaban terhadap pertanyaan pertama maupun terhadap pertanyaan ketiga. Kedua keadaan ini tidak menggambarkan adanya data yang tidak bersih, sehingga tidak perlu ditelusuri lebih lanjut.

 

10.3 Statistik deskriptif

Statistik deskriptif adalah bagian dari statistik yang paling mendasar yang tidak pernah bisa dipisahakan dalam analisis data. Statistik dekskriptif menjadi bagian yang wajib bagi setiap orang yang dekat dengan data.

Statistik deskriptif merupakan proses analisis statistik yang fokus kepada manejemen, penyajian, dan klasifikasi data. Dengan proses ini, data yang disajikan akan menjadi lebih menarik lebih mudah dipahami, dan mampu memberikan makna lebih bagi pengguna data.

Bisa dikatakan, ini adalah analisis dasar yang wajib dikuasai oleh setiap orang yang bekerja dengan data.

1. Penyajian numerik

Penyajian numerik  merupakan statistika deskriptif yang bertujuan untuk membuat data lebih sederhana dalam bentuk ukuran numerik. Dalam hal ini, terdapat berbagai pengukuran seperti mean, median, modus, variance, dll.

2. Visualisasi data

Visualisasi data bertujuan merupakan statistika deskriptif yang bertujuan untuk menyajikan data dalam bentuk visual atau grafik sehingga lebih menarik dan lebih mudah dipahami.

Dalam visualisasi ini, kita bisa menggambarkan data dalam beragam bentuk seperti menggunakan tabel, diagram batang (bar chart), diagram garis (line chart), diagram kue (pie chart), pemetaan wilayah, dll yang tentunya semakin berkembang sesuai dengan kemajuan teknologi.

Manfaat dari statistik deskriptif

Statistik deskriptif sangatlah bermanfaat dalam penyajian sebuah data.

1. Memberikan gambaran dan deskripsi bagaimana informasi yang dimiliki data tersebut

Statistik deskriptif haruslah mampu memberikan gambaran informasi apa saja yang bisa didapat secara dari data yang kita gunakan. Daripada hanya menggunakan angka-angka tanpa format yang baku, akan lebih menarik bila ditampilan dalam bentuk grafik dan tabel.

2. Menjelaskan karakteristik sebuah data

Statistik deskriptif juga memberikan karakteristik tentang data yang digunakan. Hal ini penting karena kondisi data yang digunakan akan memengaruhi seluruh analisis data yang kita lakukan.

Dengan memahami karakteristik, kita bisa memilih perlakuan yang tepat dalam analisis yang lebih mendalam nantinya.

DAFTAR PUSTAKA

·       https://www.dewaweb.com/blog/pengertian-internet/

·       https://www.baktikominfo.id/id/informasi/pengetahuan/12_macam_internet_protokol_dan_manfaatnya-585

·       https://nindaihaula.wordpress.com/03-cara-mengakses-internet/

·       https://pengertianahli.id/pengertian-chatting-apa-itu-chatting/

·       https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_Penamaan_Domain

·       https://idcloudhost.com/kamus-hosting/email/

·       https://fuddin.wordpress.com/2009/03/03/persiapan-pengolahan-data-dengan-spss/

 

 

 

 

 

Komentar